Berilmu untuk beramal

http://caturrinihistories.blogspot.co.id

Kebersamaan akan melahirkan sebuah kekuatan

caturrinistories@gmail.com

Perjuangan meraih S.Farm

http://caturrinihistories.blogspot.co.id

Showing posts with label Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu. Show all posts

Wednesday, 6 January 2016

Hidroklorotiazid (HCT)


TUGAS FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI



HCT (HIDROKLOROTIAZID)

 









Oleh:

Yulian Catur Rini

35.2014.7.1.0975



PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

NGAWI

2015



BAB I

PENDAHULUAN



    1. Latar Belakang

Dalam golongan obat yang ada Hidroklorotiazid termasuk ke dalam obat diuretika kelas Benzotiazid. Dimana dierutika ialah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin.[1] Sedangkan tiazid sendiri dapat meningkatkan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida plasma dengan mekanismeyang tidak diketahui, tetapi tidak jelas apakah ini meningkatkan resiko terjadinya aterosklrosis.[2]



Hidklorotiazid adalah senyawa yang diturunkan dari klorothiazida yang dikembangkan dari sulfanilamida. Bekerja dibagian muka tubuli distal, efek diuretisnya lebih ringan dari diuretika lengkupan tetapi bertahan lebih lama hingga 6-12 jam. Daya hipotensifnya lebih kuat (pada jangka panjang), maka banyak digunakan sebagai pilihan pertama untuk hipertensi ringan sampai sedang. Sering kali pada kasus yang lebih berat dikombinasikan dngan obat-obat lain untuk memperkuat efeknya, khususnya beta-bloker.[3]

    1. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan obat diuretik?
  2. Apa yang dimaksud denga obat hidroklorotiaid?
  3. Bagaimana mekanisme kerjanya dan khasiat obatnya?
  4. Seberapa banyak dosis yang digunakan?
  5. Bagaimana kontra indikasi, efek samping, farmakokinetik dan farmakodinamiknya?
  6. Apa nama lain yang beredar di pasaran?

BAB II

PEMBAHASAN



    1. Rincian Hidroklorotiazid
      Nama obat                   : Hidroklorotiazida (HCT)
      Nama lain                    : esidrex
      Rumus kimia               : C7H8CIN3O4S2
      Rumus bangun            : 6-kloro-3,4-dihidro-2H-124-benzotiadiazina-7-sulfanemida 1,1-dioksida
      BM                              : 297,73
      Sifat fisikokimia          : serbuk hablur, putih atau praktis putih, praktis tidak berbau
      Kelarutan                    : mudah larut dalam larutan natrium hidroksida, dalam n-butilamina dan dalam dimetilformamida, agak sukar larut dalammetanol, tidak larut dalam eter, dalam kloroform dan dalam asam mineral encer[4]
      Hidroklorotiazid mengandung tidak kurang dari 98,0% C7H8ClN3O4S2 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
    2. Golongan/kelas terapi
       diuretik thiazide
    3. Indikasi/khasiat dan Mekanisme Kerja
      Obat hidroklorotiazid menjadi pilihan pertama untuk hipertensi ringan sampai sedang
      Mekanisme kerja obat dari obat hidroklorotiazid adalah selain dengan filtrasi glomerular, diuretik tiazid terutama disekresikan secara aktif ke dalam lumen tubulus melaui sistem transpor anion yang terlokalisir di tubulus proksimal. Dari sebelah luminal terjadi penghambatan absorpsi Na+ dan Cl – di sel-sel epitel tubuli distal hulu menjadi efek saluretik. Selain itu, ion Mg2+ dan K+ juga diekskresika lbih banyak. Yang juga bertanggung jawab untuk ekskresi K+ adalah pertukaran (Na+/K+) yang terjadi di tubulus distal hilir lalu ion Na+ diabsorpsi dari lumen dan sebaliknya ion K+ dieksresi. Makin tinggi kadar Na+ di dalam urin yang tiba ditubulus distal hilir, makin besar pertukaran (Na+/K+) dan juga makin banyak kehilangan K+[5]
    4. Dosis
      Hipertensi: 12,5 mg p.c.
      Udema: 1-2 dd 25-100 mg
      Pemeliharaan: 25-100 mg 2-3x seminggu[6]
      Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari)
      Anak-anak :
      < 6 bulan : 2-3 mg.kg/hari dalam dua dosis terbagi.
      > 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.
      Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis, maksimum 200 mg/hari.
      Hipertensi : 12.5 -50 mg/hari; peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.
      Pasien lanjut usia : 12,5 - 25 mg sekali sehari.
      Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal.
      Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.

    5. Kontraindikasi

Gangguan fungsi ginjal yang berat (anuria), ganguan fungsi hati yang berat (prakoma dan koma hepatikum, peningkatan bahaya hipokalemia), hipersensitivitas (alergi) terhadap Sulfonamid dan antidiabetik oral tipe Sulfonilurea: bahaya alergi silang[7]

2.6 Efek samping:

  1. Hipokalemia (efek samping yang sangat sering terjadi pada terapi jangka panjang dengan diuretik, yaitu 25-40% kasus)
  2. Hipomagnesemia, tetapi hiperkalsemia (penghambatan ekskresi Ca2+ tubular)
  3. Alkalosis metabolik, hipokloremis
  4. Toleransi glukosa yang berkurang (bahaya manifestasi diabetes melitus pada kondisi metabolik pradiabetes)
  5. Gangguan metabolisme lemak, kenaikan kadar trigliserid serum dan kadar kolesterol serum; kenaikan LDL, HDL tidak berubah atau turun; setelah kurang lebih 6 minggu akan menjadi manifestasi
  6. Hiperurisemia (mncetuskan serangan pirai pada pasien yang ada disposisi) penyebabnya adalah penghambatan kompetitif sekresi asam urat yang berlangsung melaui sistem transpor anion ditubulus proksimal sperti juga eliminasidiuretik tiazid. Setelah kurang lebih 7-10 hari kenaikan asam urat serum akan mencolok
  7. Efek samping yang jarang: eksantema, granulositopenia, trombositopenia dan pankreatitis hemoragi[8]
    Interaksi Obat
    Dapat meningkatkan toksisitas glikosida digitalis, efek hambatan neuromuskuler dari pelemas otot, efek antihipertensi. Peningkatan resiko hipotensi postural dengan alkohol, barbiturate, opioid, efek menekan K ditingkatkan oleh kostikosteroid,ACTH dan karbenoksolon[9]


    1. Farmakokinetik dan Farmakokinetik Obat

  1. Farmakokinetik

Semua thiazide diabsorbsi pada pemberian secara oral, umumnya efek obat tampak setelah 1 jam. Tetapi terdapat perbedaan dalam metabolismenya. Semua thiazide disekresi oleh sistem sekretorik asam organik dan bersaing pada beberapa hal dengan sekresi uric acid oleh sistem tersebut. Sebagai hasilnya, kecepatan sekresi uric acid dapat menurun, dengan diikuti peningkatan kadar uric acid serum. Pada steady state, produksi uric acid tidak dipengaruhi oleh thiazide. Klorothiazide didistribusikan ke seluruh ruang ekstrasel dan dapat melewati sawar uri, tetapi obat ini hanya ditimbun dalam jaringan ginjal saja. Dengan suatu proses aktif, tiazid diekskresi oleh sel tubuli proksimal ke dalam cairan tubuli. Jadi klirens ginjal obat ini besar sekali, biasanya 3-6 jam sudah diekskresikan dari badan. Klorotiazid dalam badan tidak mengalami perubahan metabolik.[10]

  1. Farmakodinamik

Diuretik ini bekerja menghambat simporter Na dan Cl di hulu tubulus distalis. Sistem transpor ini dalam keadaan normal berfungsi membawa Na, selanjutnya dipompakan ke luar tubulus dan ditukar melalui kanal klorida. Efek farmakodinamik tiazid yang utama ialah meningkatkan ekskresi Natrium, klorida dan sejumlah air. Efek natriuresis dan kloruresis ini disebabkan oleh penghambatan mekanisme reabsorpsi elektrolit pada hulu tubuli distal. Laju ekskresi Na maksimal yang ditimbulkan oleh tiazid jauh lebih rendah dibandingkan dengan apa yang dicapai oleh beberapa diuretik lain, hal ini disebabakan 905 Na dalam cairan filtrat telah direabsorbsi lebih dulu sebelum mencapai tempat kerja thiazid.
      Derivat tiazid memperlihatkan efek penghambatan karbonik anhidrasedengan ptensi yang berbeda-beda. Zat yang aktif sebagai pengahmbat karbonik anhidrase, dalam dosis yang mencukupi, memperlihatkan efek yang sama seperti asetazolamid dalam eksresi bikarbonat. Agaknya efek penghambatan karbonik anhidrase ini tidak berarti secara klinis. Efek penghambatan enzim karbonik anhidrase diluar ginjal praktis tidak terlihat karena tiazid tidak ditimbun di sel lain.

Pada pasien hipertensi, tiazid menurunkan tekanan darah bukan saja karena efek diuretiknya tetap juga karena efek langsung terhadap arteriol sehingga terjadi vasodilatasi.[11]

    1. Kompatibilitas HCT
      Lorinid, Moduretic: HCT 50 + amilorida 5 mg
      Dyntenzide: HCT 25 + triamteren 50 mg[12]
    2. Bentuk dan kekuatan sediaan yang ada di pasaran
      Kemasan 250 tab 25 mg; 50 mgx 1000[13]

2.10 Nama-nama yang beredar di pasaran

Accuretic® (kombinasi), Aldactazide® (kombinasi), Aldoril® (kombinasi), Atacand® HCT (kombinasi), Avalide® (kombinasi), Benicar® HCT (kombinasi), Capozide® (kombinasi), Diovan® HCT (kombinasi), Dyazide® (kombinasi), Hydra-Zide® (kombinasi), HydroDIURIL®, Hyzaar® (kombinasi), Inderide® (kombinasi), Lopressor® HCT (kombinasi), Lotensin HCT® (kombinasi), Maxzide® (kombinasi), Micardis® HCT (kombinasi), Microzide®, Moduretic® (kombinasi), Monopril® HCT (kombinasi), Prinzide® (kombinasi), Teveten® HCT (kombinasi), Timolide® (kombinasi), Uniretic® HCT (kombinasi ), Vaseretic® (kombinasi), Zestoretic® (kombinasi), Ziac® (kombinasi)[14]

 



BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

HCT (Hidroklorotiazid) adalah obat yang termasuk ke dalam obat diuretik kelas Benzotiazid. Beredar di pasaran dalam bentuk tablet. Digunakan untuk hipertensi ringan sampai sedang. Dan dapat dikombinasikan dengan obat-obatan yang lain.







DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1, Farmakologi dan Terapi, Badan penerbit FKUI, Jakarta edisi 5, 2012Hal 389

Tan Hoan, Obat-obat Penting, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2013 hal. 524

Anonim 2, Farmakope Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 1995 edisi IV hal 433

Gery Schmitz et.al., Farmakologi dan toksikologi, EGC, edisi 3, 2003, hal 373

Anonim 3, Informasi Spesialite Obat (ISO), isfipenerbitan, vol. 48-2013 s/d 2014 ISSN 854-4492 hal 269

Anonim 4, Hydrochlorothiazide / Hidroklorotiazid / HCT bagian 1, http://obat-drug.blogspot.co.id/2015/02/hydrochlorothiazide-hct-bag1.html







[1] Anonim 1, Farmakologi dan Terapi, Badan penerbit FKUI, Jakarta edisi 5, 2012Hal 389
[2] Ibid., Hal 395
[3] Hoan, Tan, Obat-obat Penting, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2013 hal. 524
[4] Anonim 2, Farmakope Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 1995 edisi IV hal 433
[5] Schmitz, Gery et.al., Farmakologi dan toksikologi, EGC, edisi 3, 2003, hal 373
[6] Op. Cit., Hoan, Tan, hal. 524
[7] Op. Cit., Schmitz, hal 373
[8] Ibid., Schmitz, Gery et.al., hal 374
[9] Anonim 3, Informasi Spesialite Obat (ISO), isfipenerbitan, vol. 48-2013 s/d 2014 ISSN 854-4492 hal 269
[10] Op. Cit., Anonim 1, hal 394
[11] Op. Cit., Anonim 1, hal 395
[12] Op. Cit., Hoan, Tan, hal. 524
[13] Op. Cit., Anonim 3, hal 269
[14] Anonim 4, Hydrochlorothiazide / Hidroklorotiazid / HCT bagian 1, http://obat-drug.blogspot.co.id/2015/02/hydrochlorothiazide-hct-bag1.html

Thursday, 1 October 2015

Enzim Lipase dalam bidang industri

Enzim adalah molekul berpolimer yang tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dan susunan rantai yang tersusun teratur dan tetap. Enzim memegang peranan penting dalam berbagai protein, enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkaltalis reaksi antara lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel.
Beberapa keuntungan penggunaan enzim dalam  pengolahan pangan adalah aman terhadap kesehatan karena bahan alami, mengkatalisis reaksi yang sangat spesifik tanpa efek samping, aktif pada konsentrasi yang rendah, dan dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian proses  pengolahan.
Saat ini enzim sebagai biokatalis telah banyak diaplikasikan secara komersial untuk proses-proses industri, antara lain dalam industri pangan, medis, kimia dan farmasi. Pada tahun 2000, penjualan enzim merupakan peringkat yang tinggi dalam bidang bioteknologi dan diperkirakan mencapai US$ 1,6 milyar.
Lipase (triacyl glycerol ester hydrolases E.C. 3.1.1.3) merupakan enzim yang diaplikasikan dalam proses hidrolisis triasilgliserol menjadi asam lemak, diasilgliserol, monoasilgliserol dan gliserol serta pada kondisi tertentu dapat mengkatalisis reaksi sebaliknya yaitu membentuk gliserida dari gliserol dan asam lemak. Lipase dapat memodifikasi minyak sehingga dapat diperoleh minyak dengan nilai ekonomis tinggi. Lipase juga dapat mengkatalisis sintesis ester dan transesterifikasi pada media organik yang mengandung sedikit konsentrasi air. Kemampuan yang beragam ini memungkinkan lipase digunakan dalam berbagai bidang di industri dan bahan kimia seperti dalam bidang obat-obatan (digestive enzymes), bahan tambahan makanan (flavour-modifying enzymes), pereaksi klinis (glyceride-hydrolyzing enzymes), pembersih (detergent additives) dan sintesis biopolimer. Selain itu dapat juga diaplikasikan dalam industri pengolahan limbah cair dan kosmetik serta di sektor bahan bakar yang mengaplikasikan lipase sebagai katalis untuk sintesis ester dan transesterifikasi minyak untuk produksi biodiesel. Proses pemurnian sampel ekstrak kasar enzim lipase diawali dengan fraksinasi bertingkat menggunakan garam ammonium sulfat dengan tingkat kejenuhan (0-20%), (20-40%), (40-60%), (60-80%) dan 80-100%), dialsis dan kromatografi kolom.
Enzim lipase merupakan enzim yang dapat menghidrolisis rantai panjang trigliserida. Enzim ini memiliki potensi untuk digunakan memproduksi asam lemak, yang merupakan prekursor berbagai industri kimia. Lipase diklasifikasikan sebagai enzim hidrolase yang menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak bebas, gliserida parsial (monogliserida), digliserida dan gliserida seperti pada gambar berikut.


Beberapa mikroorganisme penghasil enzim lipase adalah 
1. Kelompok jamur :Aspergillus niger dan Penicillium aurantiogriseum.
2. Kelompok bakteri: Bacillus, Aeromonas, Pseudomonas, Alcaligenes, Arthrobacter, Chromobacterium, Serratia, Vibrio, Aeromonas, dan Staphyloccus

Lipase digunakan untuk memecah atau menghidrolisis lemak susu dan memberikan flavour keju yang khas. Flavour dihasilkan karena adanya asam lemak bebas yang diproduksi ketika lemak susu dihidrolisis. Selain pada industri pengolahan susu Lipase juga digunakan pada industri lainnya. Mikroba penghasil lipase antara lain adalah Pseudomonas aeruginosa, Serratia marcescens, Staphylocococcus aureus dan Bacillus subtilis. Enzim lipase ini digunakan sebagai biokatalis untuk memproduksi asam lemak bebas, gliserol, berbagai ester, sebagian gliserida, dan lemak yang dimodifikasi atau diesterifikasi dari substrat yang murah, seperti minyak kelapa sawit. Produk-produk tersebut secara luas digunakan dalam industri farmasi, kimia dan makanan.

Di samping itu, enzim lipase dapat digunakan untuk menghasilkan emulsifier, surfaktant, mentega, coklat tiruan. Aplikasi enzim lipase untuk sintesis senyawa organik semakin banyak dikembangkan, terutama karena reaksi menggunakan enzim bersifat regioselektif dan enansioselektif. Aktifitas katalitik dan selektivitas enzim tergantung dari struktur substrat, kondisi reaksi, jenis pelarut, dan penggunaan air dalam media. Contohnya biosintesis senyawa pentanol, hexanol & benzyl alkohol ester, serta biosintesis senyawa terpene ester menggunakan enzim lipase yang berasal dari Candida antartica dan Mucor miehei. Sampai saat ini lipase yang banyak digunakan untuk keperluan reaksi sintesis adalah lipase komersial dari Rhizomucor miehei dan Pseudomonas sp.


DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Produksi enzim lipase ekstrasluler dari Aspergillus niger  untuk menghasilkan monoasilgliserol
Baktri dan jenis enzim yang dihasilkan, bernhardlmsitorus.blogspot.co.id
Pemanfaatan enzim dalam industri pangan dan pertanian, www.academia.edu
Enzim Lipase, dokumen.tips
Apa itu enzim lipase?, www.amazine.co

Tuesday, 25 August 2015

Kayu Secang

Rempah yang satu ini terbuat dari serutan kayu pohon. Tapi sejak abad ke-17 sudah diperjual belikan berbagai negara dunia. Rempah yang satu ini sering digunakan untuk campuran minuman hangat didaerah Yogyakarat. Caesalpinia sappan L. Atau yang umum disebut dengan kayu secang yang berasal dari Asia Tenggara dan mudah ditemukan di Indonesia dengan persebaran di pekarangan daerah jawa dan pegunungan berbatu pada daerah yang tidak terlalu dingin di sulawesi selatan.
Kayu secang dalam urutn takson makhluk hidup bila di klasifikasikan dalam kingdom adalah Plantae, divisi adalah Spermatophytax, sub divisi adalah Angiospermae, kelas adalah Dicolyledonae, bangsa adalah Resales, suku adalah Cesalpiniaceae, marga adalah Caesalpinia, spesies adalah Caesalpinia sappan L.
Kayu secang ini memiliki sebutan yang bermacam-macam di setiap daerahnya diantaranya disebut seupenga (Aceh); sepang (Gayo); Sopang (Batak); cacang (Minangkabau); secang (Sunda); kayu secang, soga jawa (Jawa); kaju secang (Madura); cang (Bali); sepang (Sasak); supa; supang (Bima); sepel (Timor); hape (Sawu); hong (Alor); sepe (Roti); kayu sema (Manado); dolo (Bare); sapang (Makasar); sepang (Bugis); sefen (Halmahera Selatan); sawala (hiniaga, sinyiang, singiang (Halmahera Utara); sunyiha (Ternate); roro (Tidore); sepang merah, sappan wood, bakkum wood,bois de sappan (Perancis), to moc,  cay vang (Vietnam), tainniga (Burma), sbeng (kamboja), su fang mu (china), palo de brazil (sepanyol) , bakam (arab) , pattanga (sanskrit).
            Kayu secang memiliki habitus berupa perdu (nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian di bawah 6 m). Ranting-ranting berlentisel dan berduri, bentuk duri bengkok, tersebar. Daun majemuk, panjang 25-40 cm, bersirip, 9-14 pasang sirip, panjang sirip 9-15 cm, setiap sirip mempunyai sepuluh sampai dua puluh pasang anak daun yang berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuk lonjong, pangkal daun hampir rompang, ujung bundar serta sisinya agak sejajar, panjang anak daun 10-25 mm, lebar 3-11 mm. Perbungaan berupa malai, terdapat di ujung, panjang malai 10-40 cm, panjang gagang bunga 15-20 cm, pinggir kelopak berambut, panjang daun kelopak yang terbawah ±10 mm, lebar ±4 mm, tajuk memencar berwarna kuning, helaian bendera membundar bergaris tengah 4-6 mm, empat helai daun tajuk lainnya juga membundar dan bergaris tengah ±10 mm, panjang benang sari ±15 mm, panjang putik ±18 mm. Polong berwarna hitam, berbentuk lonjong, pipih dengan panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, berisi 3-4 biji, panjang biji 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm.
            Zat yang terkandung dalam secang antara lain brazilin, alkaloid, falvonoid, saponin, tanin, fenil propana dan terpenoid. Selain itu juga mengandung asam galat, brasilein, delta-a phellandrene, oscimene, resin dan resorin. Sementara daunnya mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,20% yang beraromaenak dan tidak berwarna. Bagian yang digunakan untuk dijadikan minuman adalah kayunya atau batang pohonnya. Panen kayu secang dapat dilakukan mulai umur 1-2 tahun.
Kandungan yang terdapat dalam batang pohon secang berguna untuk tubuh kita terutama dalam bidang kesehatan antara lain penghenti pendarahan, pembersih darah, penawar racun, dan obat antiseptik . Karena tanaman ini mengandung senyawa anti bakteri dan bersifat anti koagulasi atau anti penggumpalan, maka tak heran kalo secang dapat digunakan sebagai obat diare, batuk dan dapat menyembuhkan luka. Jika sedang diare 5 gram kayu kering dipotong kecil, kemudian rebus dengan dua gelas air selama 15 menit setelah itu saring dan segera diminum.

Kayu secang juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan disentri, batuk darah pada TBC, muntah darah, sifilis, malaria, tetanus, tetanus, pembengkakan (tumor), dan nyeri karena ganggu sirkulasi darah. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading. Dapat digunakan untuk pengecetan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman.

Friday, 8 May 2015

Pembentukan Akhlak Karena Ibadah


Sudah terlanjur sering kita menemukan pola pikir manusia yang tak ingin mengkaitkan satu hal dengan hal yang lain. Kita lihat saja dari contoh yang paling sering kita jumpai yaitu antara agama dan politik yang sering terjadi dalam negara kita sendiri. Padahal ini adalah dua hal yang saling berkaitan adanya. Karena tak dapat dipungkiri, segala sesuatu yang kita lakukan di muka bumi pasti saling berkaitan satu sama lain.
Lalu bagaimana bila kita menilik ke dalam hal akhlak dan amalan ibadah dalam agama khususnya dalam pelaksanaan rukun islam yang ke lima. Apakah benar hal-hal yang kita lakukan dalam pelaksanaan haji dapat membentuk akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari?
Ibadah sesungguhnya bukanlah suatu hal yang hanya bersifat simbolik, ‘penting mengerjakan’ yang berakibat pada sebuah formalitas tanpa adanya penghayatan dalam diri manusia itu sendiri.  Karena bila ibadah itu dilakukan tanpa adanya makna dalam kehidupan sehari-hari maka semua itu tidak akan memberi arti dan efek yang berarti. Disamping itu Arti penghayatan ibadah sendiri adalah melakukan apresiasi dan ekspresi ibadah itu dengan diiringi perbuatan-perbuatan yang bersifat aplikatif yang sejalan dengan hakikat dan hikmah ibadah.
Sedangkan hakekat haji adalah ibadah yang wajib dilaksankan oleh setiap muslim yang mampu. Mampu disini bukan hanya dalam finansial namun juga dalam jasmani dan rohani. Yang dimana seseorang dapat melakukan haji secara sempurna dengan beberapa bentuk ibadah yang termasuk dalam rukun dan wajib haji, seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabid di mudzdalifah, melontar jamrah, tahallul dan lainnya sebagai akitivitas untuk mencari ridhoNya.
Seorang haji yang mabrur biasanya akan mendapatkan pengaruh perubahan akhlak yang besar setelah pelaksanaan ibadahnya di tanah suci. Karena banyak hal yang tersurat maupun tersirat dari ibadah haji ini sangatlah berpengaruh dalam pembentukan akhlak. Seperti niat yang diucapkan berfungsi untuk menguatkan niat dalam hati sehingga terjadi keselarasan dalam diri seseorang. Dalam waktu ihrom yang dimana terdapat larangan-larangan yang harus dihindari ini memberi pelajaran pada kita bahwa kita tidak boleh tergoda dengan sesuatu yang mungkin akan membatalkan pekerjaaan kita. Wukuf adalah ibadah yang mengandung makna agar apa yang kita kerjakan harus kita jiwai dan menngerjakan sesuatu harus dengan hati. Thawaf yaitu ibadah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali memiliki makna agar kita tidak kenal menyerah, berjuang sekuat tenaga menjalankan pekerjaan kita untuk meraih apa yang sudah ditargetkan. Sa’i yang dilakukan dengan berjalan kaki (lari-lari kecil) bolak-balik tujuh kali dari bukit shafa ke Marwah dan sebaliknya. Nilai etos kerja dalam ibadah ini adalah bahwa pekerjaan yang rutin setiap hari harus dilakukan dengan tekun dan istiqomah dan mempunyai target yang jelas. Melempar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap setan dan pembebasan diri dari iblis yang suka mengganggu manusia. Etos kerja yang tersurat di dalamnya telah terlihat jelas. Yang dimana kita sebagai manusia sebisa mungkin untuk mengekang hawa nafsu yang pasti datang dari setan. Hingga tahallul yang dimana kita mencukur rambut sebagai tanda dibolehkannya beberapa larangan saat berihrom yang bermakna agar kita berpikir jernih. Bahwa segala aturan yang ada harus ditaati yang berarti kita bekerja atau melakukan kegiatan harus sesuai dengan etika dan tata aturannya.

Setelah kita mengerti hubungan antara ibadah yang dilakukan dapat menimbulkan akhlak yang mulia bila dijiwainya. Karena semestinya ibadah itu tidak semata dilakukan hanya dalam satu dimensi saja. Karena ibadah dan akhlak satu dan lainnya saling menyatu dan seharusnya berjalan seiring seirama. 

Showing posts with label Ilmu. Show all posts
Showing posts with label Ilmu. Show all posts

Wednesday, 6 January 2016

Hidroklorotiazid (HCT)


TUGAS FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI



HCT (HIDROKLOROTIAZID)

 









Oleh:

Yulian Catur Rini

35.2014.7.1.0975



PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

NGAWI

2015



BAB I

PENDAHULUAN



    1. Latar Belakang

Dalam golongan obat yang ada Hidroklorotiazid termasuk ke dalam obat diuretika kelas Benzotiazid. Dimana dierutika ialah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin.[1] Sedangkan tiazid sendiri dapat meningkatkan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida plasma dengan mekanismeyang tidak diketahui, tetapi tidak jelas apakah ini meningkatkan resiko terjadinya aterosklrosis.[2]



Hidklorotiazid adalah senyawa yang diturunkan dari klorothiazida yang dikembangkan dari sulfanilamida. Bekerja dibagian muka tubuli distal, efek diuretisnya lebih ringan dari diuretika lengkupan tetapi bertahan lebih lama hingga 6-12 jam. Daya hipotensifnya lebih kuat (pada jangka panjang), maka banyak digunakan sebagai pilihan pertama untuk hipertensi ringan sampai sedang. Sering kali pada kasus yang lebih berat dikombinasikan dngan obat-obat lain untuk memperkuat efeknya, khususnya beta-bloker.[3]

    1. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan obat diuretik?
  2. Apa yang dimaksud denga obat hidroklorotiaid?
  3. Bagaimana mekanisme kerjanya dan khasiat obatnya?
  4. Seberapa banyak dosis yang digunakan?
  5. Bagaimana kontra indikasi, efek samping, farmakokinetik dan farmakodinamiknya?
  6. Apa nama lain yang beredar di pasaran?

BAB II

PEMBAHASAN



    1. Rincian Hidroklorotiazid
      Nama obat                   : Hidroklorotiazida (HCT)
      Nama lain                    : esidrex
      Rumus kimia               : C7H8CIN3O4S2
      Rumus bangun            : 6-kloro-3,4-dihidro-2H-124-benzotiadiazina-7-sulfanemida 1,1-dioksida
      BM                              : 297,73
      Sifat fisikokimia          : serbuk hablur, putih atau praktis putih, praktis tidak berbau
      Kelarutan                    : mudah larut dalam larutan natrium hidroksida, dalam n-butilamina dan dalam dimetilformamida, agak sukar larut dalammetanol, tidak larut dalam eter, dalam kloroform dan dalam asam mineral encer[4]
      Hidroklorotiazid mengandung tidak kurang dari 98,0% C7H8ClN3O4S2 dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
    2. Golongan/kelas terapi
       diuretik thiazide
    3. Indikasi/khasiat dan Mekanisme Kerja
      Obat hidroklorotiazid menjadi pilihan pertama untuk hipertensi ringan sampai sedang
      Mekanisme kerja obat dari obat hidroklorotiazid adalah selain dengan filtrasi glomerular, diuretik tiazid terutama disekresikan secara aktif ke dalam lumen tubulus melaui sistem transpor anion yang terlokalisir di tubulus proksimal. Dari sebelah luminal terjadi penghambatan absorpsi Na+ dan Cl – di sel-sel epitel tubuli distal hulu menjadi efek saluretik. Selain itu, ion Mg2+ dan K+ juga diekskresika lbih banyak. Yang juga bertanggung jawab untuk ekskresi K+ adalah pertukaran (Na+/K+) yang terjadi di tubulus distal hilir lalu ion Na+ diabsorpsi dari lumen dan sebaliknya ion K+ dieksresi. Makin tinggi kadar Na+ di dalam urin yang tiba ditubulus distal hilir, makin besar pertukaran (Na+/K+) dan juga makin banyak kehilangan K+[5]
    4. Dosis
      Hipertensi: 12,5 mg p.c.
      Udema: 1-2 dd 25-100 mg
      Pemeliharaan: 25-100 mg 2-3x seminggu[6]
      Oral (efek obat dapat diturunkan setelah digunakan setiap hari)
      Anak-anak :
      < 6 bulan : 2-3 mg.kg/hari dalam dua dosis terbagi.
      > 6 bulan : 2 mg/kg/hari dalam 2 dosis terbagi.
      Dewasa : Edema : 25-100 mg/hari dalam 1-2 dosis, maksimum 200 mg/hari.
      Hipertensi : 12.5 -50 mg/hari; peningkatan respon minimal dan gangguan elektrolit lainnya harus dipantau setelah > 50 mg/hari.
      Pasien lanjut usia : 12,5 - 25 mg sekali sehari.
      Penyesuaian dosis pada gangguan ginjal.
      Clcr < 10 mL/menit : jangan menggunakan hidroklorotiazida.

    5. Kontraindikasi

Gangguan fungsi ginjal yang berat (anuria), ganguan fungsi hati yang berat (prakoma dan koma hepatikum, peningkatan bahaya hipokalemia), hipersensitivitas (alergi) terhadap Sulfonamid dan antidiabetik oral tipe Sulfonilurea: bahaya alergi silang[7]

2.6 Efek samping:

  1. Hipokalemia (efek samping yang sangat sering terjadi pada terapi jangka panjang dengan diuretik, yaitu 25-40% kasus)
  2. Hipomagnesemia, tetapi hiperkalsemia (penghambatan ekskresi Ca2+ tubular)
  3. Alkalosis metabolik, hipokloremis
  4. Toleransi glukosa yang berkurang (bahaya manifestasi diabetes melitus pada kondisi metabolik pradiabetes)
  5. Gangguan metabolisme lemak, kenaikan kadar trigliserid serum dan kadar kolesterol serum; kenaikan LDL, HDL tidak berubah atau turun; setelah kurang lebih 6 minggu akan menjadi manifestasi
  6. Hiperurisemia (mncetuskan serangan pirai pada pasien yang ada disposisi) penyebabnya adalah penghambatan kompetitif sekresi asam urat yang berlangsung melaui sistem transpor anion ditubulus proksimal sperti juga eliminasidiuretik tiazid. Setelah kurang lebih 7-10 hari kenaikan asam urat serum akan mencolok
  7. Efek samping yang jarang: eksantema, granulositopenia, trombositopenia dan pankreatitis hemoragi[8]
    Interaksi Obat
    Dapat meningkatkan toksisitas glikosida digitalis, efek hambatan neuromuskuler dari pelemas otot, efek antihipertensi. Peningkatan resiko hipotensi postural dengan alkohol, barbiturate, opioid, efek menekan K ditingkatkan oleh kostikosteroid,ACTH dan karbenoksolon[9]


    1. Farmakokinetik dan Farmakokinetik Obat

  1. Farmakokinetik

Semua thiazide diabsorbsi pada pemberian secara oral, umumnya efek obat tampak setelah 1 jam. Tetapi terdapat perbedaan dalam metabolismenya. Semua thiazide disekresi oleh sistem sekretorik asam organik dan bersaing pada beberapa hal dengan sekresi uric acid oleh sistem tersebut. Sebagai hasilnya, kecepatan sekresi uric acid dapat menurun, dengan diikuti peningkatan kadar uric acid serum. Pada steady state, produksi uric acid tidak dipengaruhi oleh thiazide. Klorothiazide didistribusikan ke seluruh ruang ekstrasel dan dapat melewati sawar uri, tetapi obat ini hanya ditimbun dalam jaringan ginjal saja. Dengan suatu proses aktif, tiazid diekskresi oleh sel tubuli proksimal ke dalam cairan tubuli. Jadi klirens ginjal obat ini besar sekali, biasanya 3-6 jam sudah diekskresikan dari badan. Klorotiazid dalam badan tidak mengalami perubahan metabolik.[10]

  1. Farmakodinamik

Diuretik ini bekerja menghambat simporter Na dan Cl di hulu tubulus distalis. Sistem transpor ini dalam keadaan normal berfungsi membawa Na, selanjutnya dipompakan ke luar tubulus dan ditukar melalui kanal klorida. Efek farmakodinamik tiazid yang utama ialah meningkatkan ekskresi Natrium, klorida dan sejumlah air. Efek natriuresis dan kloruresis ini disebabkan oleh penghambatan mekanisme reabsorpsi elektrolit pada hulu tubuli distal. Laju ekskresi Na maksimal yang ditimbulkan oleh tiazid jauh lebih rendah dibandingkan dengan apa yang dicapai oleh beberapa diuretik lain, hal ini disebabakan 905 Na dalam cairan filtrat telah direabsorbsi lebih dulu sebelum mencapai tempat kerja thiazid.
      Derivat tiazid memperlihatkan efek penghambatan karbonik anhidrasedengan ptensi yang berbeda-beda. Zat yang aktif sebagai pengahmbat karbonik anhidrase, dalam dosis yang mencukupi, memperlihatkan efek yang sama seperti asetazolamid dalam eksresi bikarbonat. Agaknya efek penghambatan karbonik anhidrase ini tidak berarti secara klinis. Efek penghambatan enzim karbonik anhidrase diluar ginjal praktis tidak terlihat karena tiazid tidak ditimbun di sel lain.

Pada pasien hipertensi, tiazid menurunkan tekanan darah bukan saja karena efek diuretiknya tetap juga karena efek langsung terhadap arteriol sehingga terjadi vasodilatasi.[11]

    1. Kompatibilitas HCT
      Lorinid, Moduretic: HCT 50 + amilorida 5 mg
      Dyntenzide: HCT 25 + triamteren 50 mg[12]
    2. Bentuk dan kekuatan sediaan yang ada di pasaran
      Kemasan 250 tab 25 mg; 50 mgx 1000[13]

2.10 Nama-nama yang beredar di pasaran

Accuretic® (kombinasi), Aldactazide® (kombinasi), Aldoril® (kombinasi), Atacand® HCT (kombinasi), Avalide® (kombinasi), Benicar® HCT (kombinasi), Capozide® (kombinasi), Diovan® HCT (kombinasi), Dyazide® (kombinasi), Hydra-Zide® (kombinasi), HydroDIURIL®, Hyzaar® (kombinasi), Inderide® (kombinasi), Lopressor® HCT (kombinasi), Lotensin HCT® (kombinasi), Maxzide® (kombinasi), Micardis® HCT (kombinasi), Microzide®, Moduretic® (kombinasi), Monopril® HCT (kombinasi), Prinzide® (kombinasi), Teveten® HCT (kombinasi), Timolide® (kombinasi), Uniretic® HCT (kombinasi ), Vaseretic® (kombinasi), Zestoretic® (kombinasi), Ziac® (kombinasi)[14]

 



BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

HCT (Hidroklorotiazid) adalah obat yang termasuk ke dalam obat diuretik kelas Benzotiazid. Beredar di pasaran dalam bentuk tablet. Digunakan untuk hipertensi ringan sampai sedang. Dan dapat dikombinasikan dengan obat-obatan yang lain.







DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1, Farmakologi dan Terapi, Badan penerbit FKUI, Jakarta edisi 5, 2012Hal 389

Tan Hoan, Obat-obat Penting, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2013 hal. 524

Anonim 2, Farmakope Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 1995 edisi IV hal 433

Gery Schmitz et.al., Farmakologi dan toksikologi, EGC, edisi 3, 2003, hal 373

Anonim 3, Informasi Spesialite Obat (ISO), isfipenerbitan, vol. 48-2013 s/d 2014 ISSN 854-4492 hal 269

Anonim 4, Hydrochlorothiazide / Hidroklorotiazid / HCT bagian 1, http://obat-drug.blogspot.co.id/2015/02/hydrochlorothiazide-hct-bag1.html







[1] Anonim 1, Farmakologi dan Terapi, Badan penerbit FKUI, Jakarta edisi 5, 2012Hal 389
[2] Ibid., Hal 395
[3] Hoan, Tan, Obat-obat Penting, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2013 hal. 524
[4] Anonim 2, Farmakope Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 1995 edisi IV hal 433
[5] Schmitz, Gery et.al., Farmakologi dan toksikologi, EGC, edisi 3, 2003, hal 373
[6] Op. Cit., Hoan, Tan, hal. 524
[7] Op. Cit., Schmitz, hal 373
[8] Ibid., Schmitz, Gery et.al., hal 374
[9] Anonim 3, Informasi Spesialite Obat (ISO), isfipenerbitan, vol. 48-2013 s/d 2014 ISSN 854-4492 hal 269
[10] Op. Cit., Anonim 1, hal 394
[11] Op. Cit., Anonim 1, hal 395
[12] Op. Cit., Hoan, Tan, hal. 524
[13] Op. Cit., Anonim 3, hal 269
[14] Anonim 4, Hydrochlorothiazide / Hidroklorotiazid / HCT bagian 1, http://obat-drug.blogspot.co.id/2015/02/hydrochlorothiazide-hct-bag1.html

Thursday, 1 October 2015

Enzim Lipase dalam bidang industri

Enzim adalah molekul berpolimer yang tersusun dari serangkaian asam amino dalam komposisi dan susunan rantai yang tersusun teratur dan tetap. Enzim memegang peranan penting dalam berbagai protein, enzim diproduksi dan digunakan oleh sel hidup untuk mengkaltalis reaksi antara lain konversi energi dan metabolisme pertahanan sel.
Beberapa keuntungan penggunaan enzim dalam  pengolahan pangan adalah aman terhadap kesehatan karena bahan alami, mengkatalisis reaksi yang sangat spesifik tanpa efek samping, aktif pada konsentrasi yang rendah, dan dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian proses  pengolahan.
Saat ini enzim sebagai biokatalis telah banyak diaplikasikan secara komersial untuk proses-proses industri, antara lain dalam industri pangan, medis, kimia dan farmasi. Pada tahun 2000, penjualan enzim merupakan peringkat yang tinggi dalam bidang bioteknologi dan diperkirakan mencapai US$ 1,6 milyar.
Lipase (triacyl glycerol ester hydrolases E.C. 3.1.1.3) merupakan enzim yang diaplikasikan dalam proses hidrolisis triasilgliserol menjadi asam lemak, diasilgliserol, monoasilgliserol dan gliserol serta pada kondisi tertentu dapat mengkatalisis reaksi sebaliknya yaitu membentuk gliserida dari gliserol dan asam lemak. Lipase dapat memodifikasi minyak sehingga dapat diperoleh minyak dengan nilai ekonomis tinggi. Lipase juga dapat mengkatalisis sintesis ester dan transesterifikasi pada media organik yang mengandung sedikit konsentrasi air. Kemampuan yang beragam ini memungkinkan lipase digunakan dalam berbagai bidang di industri dan bahan kimia seperti dalam bidang obat-obatan (digestive enzymes), bahan tambahan makanan (flavour-modifying enzymes), pereaksi klinis (glyceride-hydrolyzing enzymes), pembersih (detergent additives) dan sintesis biopolimer. Selain itu dapat juga diaplikasikan dalam industri pengolahan limbah cair dan kosmetik serta di sektor bahan bakar yang mengaplikasikan lipase sebagai katalis untuk sintesis ester dan transesterifikasi minyak untuk produksi biodiesel. Proses pemurnian sampel ekstrak kasar enzim lipase diawali dengan fraksinasi bertingkat menggunakan garam ammonium sulfat dengan tingkat kejenuhan (0-20%), (20-40%), (40-60%), (60-80%) dan 80-100%), dialsis dan kromatografi kolom.
Enzim lipase merupakan enzim yang dapat menghidrolisis rantai panjang trigliserida. Enzim ini memiliki potensi untuk digunakan memproduksi asam lemak, yang merupakan prekursor berbagai industri kimia. Lipase diklasifikasikan sebagai enzim hidrolase yang menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak bebas, gliserida parsial (monogliserida), digliserida dan gliserida seperti pada gambar berikut.


Beberapa mikroorganisme penghasil enzim lipase adalah 
1. Kelompok jamur :Aspergillus niger dan Penicillium aurantiogriseum.
2. Kelompok bakteri: Bacillus, Aeromonas, Pseudomonas, Alcaligenes, Arthrobacter, Chromobacterium, Serratia, Vibrio, Aeromonas, dan Staphyloccus

Lipase digunakan untuk memecah atau menghidrolisis lemak susu dan memberikan flavour keju yang khas. Flavour dihasilkan karena adanya asam lemak bebas yang diproduksi ketika lemak susu dihidrolisis. Selain pada industri pengolahan susu Lipase juga digunakan pada industri lainnya. Mikroba penghasil lipase antara lain adalah Pseudomonas aeruginosa, Serratia marcescens, Staphylocococcus aureus dan Bacillus subtilis. Enzim lipase ini digunakan sebagai biokatalis untuk memproduksi asam lemak bebas, gliserol, berbagai ester, sebagian gliserida, dan lemak yang dimodifikasi atau diesterifikasi dari substrat yang murah, seperti minyak kelapa sawit. Produk-produk tersebut secara luas digunakan dalam industri farmasi, kimia dan makanan.

Di samping itu, enzim lipase dapat digunakan untuk menghasilkan emulsifier, surfaktant, mentega, coklat tiruan. Aplikasi enzim lipase untuk sintesis senyawa organik semakin banyak dikembangkan, terutama karena reaksi menggunakan enzim bersifat regioselektif dan enansioselektif. Aktifitas katalitik dan selektivitas enzim tergantung dari struktur substrat, kondisi reaksi, jenis pelarut, dan penggunaan air dalam media. Contohnya biosintesis senyawa pentanol, hexanol & benzyl alkohol ester, serta biosintesis senyawa terpene ester menggunakan enzim lipase yang berasal dari Candida antartica dan Mucor miehei. Sampai saat ini lipase yang banyak digunakan untuk keperluan reaksi sintesis adalah lipase komersial dari Rhizomucor miehei dan Pseudomonas sp.


DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Produksi enzim lipase ekstrasluler dari Aspergillus niger  untuk menghasilkan monoasilgliserol
Baktri dan jenis enzim yang dihasilkan, bernhardlmsitorus.blogspot.co.id
Pemanfaatan enzim dalam industri pangan dan pertanian, www.academia.edu
Enzim Lipase, dokumen.tips
Apa itu enzim lipase?, www.amazine.co

Tuesday, 25 August 2015

Kayu Secang

Rempah yang satu ini terbuat dari serutan kayu pohon. Tapi sejak abad ke-17 sudah diperjual belikan berbagai negara dunia. Rempah yang satu ini sering digunakan untuk campuran minuman hangat didaerah Yogyakarat. Caesalpinia sappan L. Atau yang umum disebut dengan kayu secang yang berasal dari Asia Tenggara dan mudah ditemukan di Indonesia dengan persebaran di pekarangan daerah jawa dan pegunungan berbatu pada daerah yang tidak terlalu dingin di sulawesi selatan.
Kayu secang dalam urutn takson makhluk hidup bila di klasifikasikan dalam kingdom adalah Plantae, divisi adalah Spermatophytax, sub divisi adalah Angiospermae, kelas adalah Dicolyledonae, bangsa adalah Resales, suku adalah Cesalpiniaceae, marga adalah Caesalpinia, spesies adalah Caesalpinia sappan L.
Kayu secang ini memiliki sebutan yang bermacam-macam di setiap daerahnya diantaranya disebut seupenga (Aceh); sepang (Gayo); Sopang (Batak); cacang (Minangkabau); secang (Sunda); kayu secang, soga jawa (Jawa); kaju secang (Madura); cang (Bali); sepang (Sasak); supa; supang (Bima); sepel (Timor); hape (Sawu); hong (Alor); sepe (Roti); kayu sema (Manado); dolo (Bare); sapang (Makasar); sepang (Bugis); sefen (Halmahera Selatan); sawala (hiniaga, sinyiang, singiang (Halmahera Utara); sunyiha (Ternate); roro (Tidore); sepang merah, sappan wood, bakkum wood,bois de sappan (Perancis), to moc,  cay vang (Vietnam), tainniga (Burma), sbeng (kamboja), su fang mu (china), palo de brazil (sepanyol) , bakam (arab) , pattanga (sanskrit).
            Kayu secang memiliki habitus berupa perdu (nama sekelompok pohon yang memiliki ketinggian di bawah 6 m). Ranting-ranting berlentisel dan berduri, bentuk duri bengkok, tersebar. Daun majemuk, panjang 25-40 cm, bersirip, 9-14 pasang sirip, panjang sirip 9-15 cm, setiap sirip mempunyai sepuluh sampai dua puluh pasang anak daun yang berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuk lonjong, pangkal daun hampir rompang, ujung bundar serta sisinya agak sejajar, panjang anak daun 10-25 mm, lebar 3-11 mm. Perbungaan berupa malai, terdapat di ujung, panjang malai 10-40 cm, panjang gagang bunga 15-20 cm, pinggir kelopak berambut, panjang daun kelopak yang terbawah ±10 mm, lebar ±4 mm, tajuk memencar berwarna kuning, helaian bendera membundar bergaris tengah 4-6 mm, empat helai daun tajuk lainnya juga membundar dan bergaris tengah ±10 mm, panjang benang sari ±15 mm, panjang putik ±18 mm. Polong berwarna hitam, berbentuk lonjong, pipih dengan panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, berisi 3-4 biji, panjang biji 15-18 mm, lebar 8-11 mm, tebal 5-7 mm.
            Zat yang terkandung dalam secang antara lain brazilin, alkaloid, falvonoid, saponin, tanin, fenil propana dan terpenoid. Selain itu juga mengandung asam galat, brasilein, delta-a phellandrene, oscimene, resin dan resorin. Sementara daunnya mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,20% yang beraromaenak dan tidak berwarna. Bagian yang digunakan untuk dijadikan minuman adalah kayunya atau batang pohonnya. Panen kayu secang dapat dilakukan mulai umur 1-2 tahun.
Kandungan yang terdapat dalam batang pohon secang berguna untuk tubuh kita terutama dalam bidang kesehatan antara lain penghenti pendarahan, pembersih darah, penawar racun, dan obat antiseptik . Karena tanaman ini mengandung senyawa anti bakteri dan bersifat anti koagulasi atau anti penggumpalan, maka tak heran kalo secang dapat digunakan sebagai obat diare, batuk dan dapat menyembuhkan luka. Jika sedang diare 5 gram kayu kering dipotong kecil, kemudian rebus dengan dua gelas air selama 15 menit setelah itu saring dan segera diminum.

Kayu secang juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan disentri, batuk darah pada TBC, muntah darah, sifilis, malaria, tetanus, tetanus, pembengkakan (tumor), dan nyeri karena ganggu sirkulasi darah. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading. Dapat digunakan untuk pengecetan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman.

Friday, 8 May 2015

Pembentukan Akhlak Karena Ibadah


Sudah terlanjur sering kita menemukan pola pikir manusia yang tak ingin mengkaitkan satu hal dengan hal yang lain. Kita lihat saja dari contoh yang paling sering kita jumpai yaitu antara agama dan politik yang sering terjadi dalam negara kita sendiri. Padahal ini adalah dua hal yang saling berkaitan adanya. Karena tak dapat dipungkiri, segala sesuatu yang kita lakukan di muka bumi pasti saling berkaitan satu sama lain.
Lalu bagaimana bila kita menilik ke dalam hal akhlak dan amalan ibadah dalam agama khususnya dalam pelaksanaan rukun islam yang ke lima. Apakah benar hal-hal yang kita lakukan dalam pelaksanaan haji dapat membentuk akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari?
Ibadah sesungguhnya bukanlah suatu hal yang hanya bersifat simbolik, ‘penting mengerjakan’ yang berakibat pada sebuah formalitas tanpa adanya penghayatan dalam diri manusia itu sendiri.  Karena bila ibadah itu dilakukan tanpa adanya makna dalam kehidupan sehari-hari maka semua itu tidak akan memberi arti dan efek yang berarti. Disamping itu Arti penghayatan ibadah sendiri adalah melakukan apresiasi dan ekspresi ibadah itu dengan diiringi perbuatan-perbuatan yang bersifat aplikatif yang sejalan dengan hakikat dan hikmah ibadah.
Sedangkan hakekat haji adalah ibadah yang wajib dilaksankan oleh setiap muslim yang mampu. Mampu disini bukan hanya dalam finansial namun juga dalam jasmani dan rohani. Yang dimana seseorang dapat melakukan haji secara sempurna dengan beberapa bentuk ibadah yang termasuk dalam rukun dan wajib haji, seperti thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabid di mudzdalifah, melontar jamrah, tahallul dan lainnya sebagai akitivitas untuk mencari ridhoNya.
Seorang haji yang mabrur biasanya akan mendapatkan pengaruh perubahan akhlak yang besar setelah pelaksanaan ibadahnya di tanah suci. Karena banyak hal yang tersurat maupun tersirat dari ibadah haji ini sangatlah berpengaruh dalam pembentukan akhlak. Seperti niat yang diucapkan berfungsi untuk menguatkan niat dalam hati sehingga terjadi keselarasan dalam diri seseorang. Dalam waktu ihrom yang dimana terdapat larangan-larangan yang harus dihindari ini memberi pelajaran pada kita bahwa kita tidak boleh tergoda dengan sesuatu yang mungkin akan membatalkan pekerjaaan kita. Wukuf adalah ibadah yang mengandung makna agar apa yang kita kerjakan harus kita jiwai dan menngerjakan sesuatu harus dengan hati. Thawaf yaitu ibadah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali memiliki makna agar kita tidak kenal menyerah, berjuang sekuat tenaga menjalankan pekerjaan kita untuk meraih apa yang sudah ditargetkan. Sa’i yang dilakukan dengan berjalan kaki (lari-lari kecil) bolak-balik tujuh kali dari bukit shafa ke Marwah dan sebaliknya. Nilai etos kerja dalam ibadah ini adalah bahwa pekerjaan yang rutin setiap hari harus dilakukan dengan tekun dan istiqomah dan mempunyai target yang jelas. Melempar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap setan dan pembebasan diri dari iblis yang suka mengganggu manusia. Etos kerja yang tersurat di dalamnya telah terlihat jelas. Yang dimana kita sebagai manusia sebisa mungkin untuk mengekang hawa nafsu yang pasti datang dari setan. Hingga tahallul yang dimana kita mencukur rambut sebagai tanda dibolehkannya beberapa larangan saat berihrom yang bermakna agar kita berpikir jernih. Bahwa segala aturan yang ada harus ditaati yang berarti kita bekerja atau melakukan kegiatan harus sesuai dengan etika dan tata aturannya.

Setelah kita mengerti hubungan antara ibadah yang dilakukan dapat menimbulkan akhlak yang mulia bila dijiwainya. Karena semestinya ibadah itu tidak semata dilakukan hanya dalam satu dimensi saja. Karena ibadah dan akhlak satu dan lainnya saling menyatu dan seharusnya berjalan seiring seirama.