Berilmu untuk beramal

http://caturrinihistories.blogspot.co.id

Kebersamaan akan melahirkan sebuah kekuatan

caturrinistories@gmail.com

Perjuangan meraih S.Farm

http://caturrinihistories.blogspot.co.id

Showing posts with label Info Kampus. Show all posts
Showing posts with label Info Kampus. Show all posts

Friday, 27 March 2015

Save the life with your blood

Luar biasa, antusias yang diberikan oleh warga darussalam di hari jum’at tanggal 27 Maret 2014 dalam acara donor darah yang dilaksanakan di Gedung Iran Gontor Putri 1. Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Ash-shaidalah dan Himpunan Mahasiswa Gizi Al-ghiza Universitas Darussalam Gontor yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Ngawi.
Acara yang dalam wacananya akan dijadikan acara tahunan ini dapat menjadi wadah penyaluran rasa ingin menolong antar sesama manusia. Pada pukul 08.00 WIB acara ini dimulai. Sekitar 100 kantong darah terkumpul dalam acara sosial ini. Yang dimana pesertanya berasal dari para mahasiswi guru dan mahasiswi murni Universitas Darussalam Gontor. Selain para peserta mendonorkan darah. Mereka juga dapat mengetahui golongan darah masing-masing.
Dalam acara ini juga diadakan konsultasi gratis dengan para ahli gizi. Tempata penyelenggaraannya pun masih di gedung yang sama. Beberapa dari mereka mengkonsultasikan tentang keinginan mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat dan cocok dengan keadaan yang ada di pondok pesantren. Acara ini dilaksankan hingga pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WIB hingga seluruh para pendonor dapat menyalurkan keinginannya untuk menyumbangkan darah mereka.
Namun sangat disayangkan, di dalam acara ini masih ada para calon pendonor yang kurang dalam keseriusannya di acara ini. Sehingga ada dari mereka yang hanya ingin skrining dan mengetahui golongan darah mereka saja. Sehingga membuat antrian para pendonor lain semakin panjang.
Semoga acara ini dapat menjadi batu loncatan dalam pemberian pendidikan non akademik baik untuk para panitia, mahasiswi dan para santriwati yang menglihat serta mengikuti acara ini. Dan untuk kedepannya semoga acara-acara yang mungkin serupa dapat terlaksana lebih baik lagi.



Thursday, 26 March 2015

Edukasi Lapangan UNIDA Putri

SEMARANG-Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Darussalam Gontor melakukan beberapa kunjungan ke tempat industri farmasi yang berada di Semarang. Unjungan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2015. Tujuan dari kunjungan ini sendiri adalah untuk mengenalkan kepada para mahasiswi tentang pekerjaan para farmasis yang ada di bidang farmasi serta untuk membangun kerjasama yang memungkinkan di antara kedua belah pihak untuk di waktu



mendatang.
Tujuan pertama dari kunjungan ini adalah Kimia Farma Plant Semarang yang beralamat JI. Simongan Semarang 50147. Kimia Farma plant Semangat ini khusus memproduksi produksi minyak jarak, minyak nabati dan kosmetika (bedak).Sebenarnya diwaktu itu juga ada rapat untuk seluruh manager Kimia Farma namun sebuah kebahagiaan bagi Para mahasiswi farmasi dapat disambut langsung oleh bapak Hendra Farma Johar selaku Manager Kimia Farma Plant Semarang.
Sebelum memulai pembahasan tentang perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini. Ada beberapa kata yang membuat kami terkesan. Dalam sambutanya bapak Hendra menyampaikan,”Sebenarnya ijazah dari Gontor itu lebih berharga dari pada ijazah sebagai seorang farmasis dan ijazah yang paling berharga bagi Gontor adalah ijazah dari masyarakat karena sekarang ini banyak lulusan farmasi namun belum ada lulusan farmasi yang berlatar belakang pendidikan pondok”. Walau beliau bukanlah seseorang yang berlatar belakang pesantren namun beliau menyatakan sangat antusias dengan kedatangan kami.
Di dalam penjelasannya mengenai Kimia Farma ini kami membahas tentang sejarah PT. Kimia Farma Tbk, SBU manufaktur kimia, Kimia Farma plant Semarang, GMP (Good Corporate Covernance) dan CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik). Harapan dari PT Kimia Farma Tbk untuk tahun 2016 adalah membangun 1000 apotek di seluruh Indonesia. Sedang Langkah yang telah ditempuh untuk mewujudkan harapan tersebut adalah pada tahun 2011 jumlah apotek telah berjumlah 300an dan untuk di tahun 2014 telah mencapai 627 apotek. Kendala yang dihadapi oleh PT Kimia Farma Tbk yang notabene milik BUMN antara lain dalam pengembangan bisnis, pengoptimalan SDM yang sudah ada dan dalam pengambilan keputusan karena perlu melalui persetujuan direksi, komisaris dan atau mentri terkait. Acara kunjungan di Kimia Farma ini berakhir setelah sholat dan menyantap makan siang yang telah disediakan oleh perusahaan.
Pada jam 13.30 WIB kunjungan dilanjutkan  ke  jamu PT Njonja Mener yang didirikan oleh ibu Lom Ming You atau Noni Mener yang sekarang telah dikelola oleh generasi ketiga. Dengan membawa motto ‘Tradisi mutu terbaik untuk kesehatan dan kecantikan’ PT Njonja Mener ini masih berdiri hingga sekarang. Setelah mendapatkan beberapa penjelasan dari pengelola, para mahasiswi diajak untuk melihat-lihat Museum Nyonya Mener yang telah didirikan sejak 18 Januari 1984 yang di resmikan oleh ibu Tien Soeharto. Yang dimana berisi koleksi pribadi ibu Menir, aneka bahan jamu dan aneka jenis jamu produksi Nyonya Mener.

Kunjungan ini diakhiri dengan bersilaturahmi dan santap malam ke rumah salah satu mahasiswi farmasi yang ada di daerah Bawean. Banyak ilmu yang kami dapat dari acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Ash-shoidalah ini. Dari ilmu industri kefarmasian hingga pelajaran hidup dalam mengelola suatu usaha hingga menjadi besar seperti sekarang ini. Semoga acara-acara kemahasiswaan yang selanjutnya dapat menjadi sarana pengembangan mahasiswa untuk membentuk para scientis-scientis yang berlatar belakang keislaman yang kuat.

Sunday, 22 March 2015

Pensi UNIDA Putri Perdana

Tepat pada tanggal 1 maret 2015 malam, Aula Kuliyatul Banat mulai disesaki oleh para penonton yang berasal dari para mahasiswi guru dan siswi KMI kelas 6 dari Gontor Putri 1, 2 dan 3. Tak kurang para hadirin yang ada sekitar 800 penonton yang siap menyaksikan perhelatan Pentas Seni 2015 Perdana yang diselenggarakan oleh Mahasiswi Murni Universitas Darussalam Gontor Divisi Mantingan.
Dalam pidatonya Al-ustad Soeharto, M.Pd.I selaku Wakil Pengasuh Gontor Putri 1 meyampaikan,”Acara ini bukanlah hanya sekedar hiburan tetapi karena yang menampilkan karena mahasiswi Unida perdana maka pastinya ini menjadi hiburan yang syarat akan nilai dan pendidikan serta hiburan yang penuh dengan kreatifitas”. Dan itu memang ada dalam pagelaran ini dimana dalam acara ini kami mengusung tema Soul of Health didalam jiwa yang sehat terdapat pikiran perkatan dan pebuatan yang sehat pula.
Persiapan yang sesungguhnya kami persiapkan tak lebih dari dua minggu. Yang dimana singkat cerita, sebenarnya sebulan sebelum pentas ini digelar kami berkumpul untuk penetapan voting tentang penyelenggaraan acara ini. Karena kekurang seriusan latihan dan persiapan yang kita semua lakukan selama sebulan sebelum acara. Dan setelah itu perjuangan kami baru dimulai lagi dengan niat dan kesepakatan yang baru. Latihan dan tugas kuliah menggugunung harus saling berjalan seiring seimbang karena kami mahasiswi murni yang dimana tugas kami adalah untuk menjalankan seluruh perkuliahan sepenuhnya dengan semaksimal mungkin. Acara yang disajikan dalam acara ini antara lain Choir, Breking News, Drama, Tari Daerah, Puisi, Pop singer dan acara ditutup dengan Tari Kombinasi.
Lelah, letih dan kurang tidur yang kami alami. Demi memberikan penampilan yang spektakuler di malam itu terbayar dengan riuh sorak sorai dan tepuk tangan yang mengiringi jalannya acara menjadi suatu bentuk ketertarikan dan betapa mereka antusias terhadap perhelatan ini. Serta itu juga menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan penampilan yang semaksimal mungkin.
Kau tak sendiri ku slalu bersamamu temani aku sampai habisnya waktu
Biarkan saja hidup tak mudah asalkan kau selalu ada
Potongan lirik lagu diatas pun mengiringi acara penutupan kami tean pukul 23.30 WIB. Banyak kesan, do’a dan acungan jempol yang kami dapat dari acara ini. Serta harapan dari mereka untuk berkarya lebih dan sedikit ikut berkontribusi dalam kegiatan KMI.

(late post)




Berbagi Senyuman Kecil Untuk Mereka


Penyerahan Bantuan Simbolis
Foto bersama anak panti putri
Akhirnya dari beberapa proposal kegiatan yang telah disetujui oleh pihak kampus salah satunya terlaksana pada hari ahad tanggal 22 Maret 2015. Terdengar kegaduhan kecil di kampus Universitas Darussalam Putri divisi Mantinganpun dimulai. Serentet persiapan yang telah dilakukan oleh para mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Farmasi yang berjumlah tiga puluh mahasisiwi


Penyuluhan
sejak semalam dan di pagi hari ahad akan menemukan puncaknya. Tepat pukul 06.00 WIB. Para mahasiswi Universitas Darussalam Gontor ini meninggalkan kampus tercinta menuju Yayasan kesejahteraan Muslimat NU Panti dan Non Panti Asuhan Asyarifah yang beralamat di Jalan Baiturrahman No. 7 Beran Ngawi. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, para mahasiswi pun tiba di lokasi tujuan. Sapaan hangat dari pengelola panti tak luput kami rasakan. Jabatan tangan dan candaan kecil mulai tercipta diantara kami. Walau dengan persiapan yang secepat kilat untuk menyiapkan segala sesuatu di tempat acaranya. Tapi itu cukup bisa membagi sedikit kebahagiaan kepada mereka.
Dalam sambutannya, Pengasuh Panti Asuhan Asyarifa menjelaskan. Bahwa jumlah dari keseluruhan anak asuh yang berada di bawah yayasan ini sebanyak 52 anak yang terdiri dari anak panti dan non panti. Dengan bervisikan lembaga yang berguna sebagai wahana kegiatan ibadah dan layanan sosial. Maka lembaga inipun telah mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat dalam pengelolaannya. 
 Di dalam acara ini para Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor berbagi ilmu tentang kefarmasian yang berupa penyuluhan tentang Cara Cerdas dalam Menggunakan obat. Tak hanya itu materi penyuluhan juga menyoroti tentang masalah remaja masa kini namun masih dalam bidang kesehatan. Antusiasme para penghuni santri terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari mereka walau terkadang ada pertanyaan yang tidak sesuai dengan materi yang kami sampaikan. 
Suasana Perlombaan
Suasana Perlombaan
Penyuluhan yang berdurasi sekitar satu jam itu. Menjadi gerbang kehangatan dalam keluarga panti ini. Tak berhenti sampai disitu kehangatan itu mulai memecahkan tawa diantara kita saat perlombaan dimulai. Meski lomba-lomba yang kami sajikan sederhana. Tapi kebersamaan yang tercipta diantara kami lebih berharga. Acara yang ditutup dengan pembagian dan persembahan sebuah lagu Najwa Latief yang berjudul Sahabat dari seluruh mahasiswi Universitas Darussalam menambah rasa tali persaudaraan. Tak disangka cinta kami kepada mereka tak bertepuk sebelah tangan. Tepat setelah lagu selesai salah satu tangan yang terangkat menjadi pusat perhatian kami. Ternyata pemilik tangan itu ingin memberikan sebuah lagu untuk kami. Dengan merdu lagu dari Stinky dengan judul Mungkinkah menambah keharuan dalam hati kami. 
Pelajaran yang tak akan pernah bisa terbeli oleh uang. Di hari ahad itu kami dapatkan, bukan harta berlimpah yang dapat memberikan sebuah senyuman kecil dengan ikhlas. Namun kebersamaan dan pendidikan secara langsunglah yang dapat membesarkan para generasi pembangun negri ini.

Saturday, 21 February 2015

FESDA 2015 dalam cerita

Festival UNIDA 2015, that's our new experience.
Peserta Lomba Debat Bahasa Indonesia
Peserta Gelombang Pertama
 Festival yang diadakan oleh kampus UNIDA Pusat yang bermarkas di Siman-Ponorogo ini diakan dari tanggal 13-20 januari 2015. Kebersamaan, keributan, kebrutalan, marah-marah, kesel, senang, malu semuanya jadi satu itu yang kami rasakan saat mengikuti ini. Banyak cerita yang kami dapat disana. Mulai dari protes ke panitia yang hingga akhirnya mulai memuji panitia. Kesel karena makanannya belum datang padahal udah mau mulai lomba. Malu karena tidak bisa berkutik saat debat bahasa indonesia yang mengangkat judul 'Pesantren Memenuhi Tuntutan Zaman'. karena berdiri sebagai kelompok yang kontra atas judul tersebut. kami tak bisa berkutik karena yah.. seperti kata orang sistem pondok tak pernah lekang oleh zaman. lalu kenapa judul ini diangkat kalau seperti itu? yah entahlah, tapi panitia telah mendapat catatan itu dari juri. Mungkin orang melihat wajah kami tenang tapi sebenarnya galau karena belum pernah pengalaman dalam hal seperti ini,hehehe...
Peserta Lomba Debat Bahasa Inggris
dan itupun juga dialami oleh tim bahasa arab yang dimana mereka melawan Robithoh. "Menciut" kata mereka saat tahu lawannya adalah Robithoh, tapi tak ada salahnya dicoba. Karena yang terpenting dalam hal ini adalah sebuah proses yang terjadi bukanlah hasilnya.
Peserta Lomba Debat Bahasa Arab
Dan tak apalah saat itu masih ada tim debat bahasa inggris yang masuk ke babak selanjutnya dan itu cukup membuat kami harus bersemangat untuk memberi semangat kepada mereka. Terimakasih kawan.. paling tidak diantara kita masih ada yang tak gugur di awal pada saat itu. Walau itu tak membuat kami kembali kesana lagi dengan membawa bendara sebagai tim debat. Tapi tetap Arigatou gozaimasu.
Lalu di gelombang kedua, kita kembali kesana tapi dengan bendera perlombaan yang lain. Dan salah satunya lomba Karya Tulis Ilmiah yang dimana dua dari tiga peserta yang kami ajukan untuk lomba masuk ke dalam sesi presentasi yaitu Yulian Catur Rini dan Leda Azzadinnas Haque. akhirnya mendapat hasil Juara 1 dengan poin 71 dan juara 4 dengan poin 64.
Saat Presentasi
Hingga akhirnya di akhir pengumuman kami mendapat hasil. Juara 1 lomba melukis oleh Leda, Juara 2 Cerpen oleh khamidah Fajri, juara 1 lomba baca berita bahasa inggris oleh natasya, juara 1 lomba karya tulis oleh Yulian dan tak lupa kami mendapat satu bonus yang disangka-sangka yaitu Mahasiswi teraktif oleh Leda.
kunjungan ke kebun agro teknologi
Oh iya di dalam lomba ini kami juga mendapat trip plus-plus karena bisa berkunjung kekebun agro teknologi. dan itu adalah ilmu baru lagi bagi kami yang sebagai seorang yang menggeluti dunia Farmasi dan Gizi.
Terimakasih Gontor, kau telah memberi kami pengalam di tahun pertama kami sebagai mahasiswi. Yang dimana tak akan pernah dialami oleh orang lain yang walaupun mereka juga sebagai alumni KMI. Semoga kami dapat mewarnai dunia dengan ilmu yang telah kami dapat selama kami berada dalam didikanmu

Perfotoan bersama
Peserta Gelombang kedua

Monday, 19 January 2015

Penyempurnaan yang Dinantikan



Oleh: Yulian Catur Rini
Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Darussalam Gontor
Pendidikan adalah sesuatu hal yang sangat berharga bagi setiap manusia karena sebuah pendidikan yang didapat akan menjadi pemikiran dan pemikiran itulah yang akan menjadi pandangan hidup setiap individu dalam menghadapi dunia sekitarnya. Pendidikan yang terbaik itu sendiri bermula dari rumah, terutama adalah dari seorang ibu. Karena dalam kodratnya ibulah orang tua yang memiliki intensitas pertemuan dengan anaknya lebih banyak bila dibandingkan dengan seorang ayah yang lebih disibukkan oleh urusan pekerjaan untuk menafkahi keluarga. Lalu bagaimana bila dengan bertambahnya umur tiap anak semua harus berkembang melalui pendidikan di luar rumah seperti sekolah?
Dunia pendidikan Indonesia hingga kini masih kalang kabut mencari-cari cara yang tepat dalam pemberian pendidikan tepat dan efektif terhadap para penerus bangsa ini. Salah satu usaha yang selalu digunakan pemerintah adalah dengan menggunakan sistem yang bernama ‘kurikulum’ dimana kurikulum ini masih selalu berganti dengan seiring bergantinya Mentri Pendidikan Indonesia. Dan akhirnya berakibat pada belum terpecahkannya sistem bernama ‘kurikulum’ yang ideal dan cocok terhadap zaman yang tiap harinya berkembang.
Saat pemerintah masih kalang kabut dengan bagaimana kurikulum yang ideal dan cocok. Gontor malah telah lebih dahulu menemukan gaya pendidikan yang tak lekang oleh zaman yaitu pendidikan karakter atau character building. Dimana kedisplinan adalah kunci dari segala pintu kesuksesan yang kita inginkan. Pendidikan kedisplinan yang berada di garis depan disertai dengan keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah dan kebebasan dimana kelimanya itu tertuang dalam  semangat Panca Jiwa Pondok Modern. Dengan segala kunci yang diberikan terhadap para mujahidah agama ini sehingga telah banyak terlahir para generasi yang cemerlang disertai dengan mentalitas, moral, dan karakter yang matang serta akhlaq yang mulia.
Dengan berbekal pendidikan karakter yang telah dijalankan itu. Maka betapa lengkapnya bila islamisasi ilmu pengetahuanpun juga diikut sertakan dalam gaya pendidikan ala Gontory ini. Beberapa alasan keharusan adanya islamisasi ilmu pengetahuan di bumi ini pada umumnya dan di jenjang sekolah Kulliyatul Mu’alimin Al-islamiyah atau KMI yang setara dengan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum pada khususnya adalah dengan adanya perkembangan zaman yang dimana kebanyakan orang islam malah terbawa arus atau cenderung sebagai follower oleh zaman yang semakin tak berarah dikarenakan ilmu yang kurang memadahi serta dasar agama yang kurang mantap dimana sekolah harus berperan aktif dalam pengenalannya agar meciptakan generasi emas untuk kelanjutan bangsa. Seperti ungkapan Dryden Gordon dan Jennete Voh dalam bukunya Revolusi Cara Belajar, halaman 23 – 29 adalah
Tipe kecerdasan itu tidak hanya satu, setiap orang memiliki gaya belajar yang unik, sama halnya dengan sidik jari. Sekolah yang efektif harus dapat mengenali dan melayaninya
Bahayanya ilmu khususnya ilmu pengetahuan tanpa dasar agama akan mengakibatkan kesombongan dalam diri manusia karena merasa lebih dengan apa yang dapat ia pikirkan dan kerjakan. Seiring cepatnya perubahan zaman yang terjadi, ilmu-ilmu yang ditemukan oleh manusiapun berkembang dengan cepat bak air yang mengalir kelautan. Tak ayal terkadang terdapat pendapat yang melenceng dari tuntunan agama. Contoh sebagian kecil dari penelitian mereka yang tak masuk akal adalah Program yang dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. CIA melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau "Rekayasa Perilaku Manusia" lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA. Mereka ingin mengendalikan otak manusia yang dimana Allahlah yang paling berhak dalam hal tersebut. Miris sebenarnya hingga tercetus ide yang tak masuk akal dari barisan para ilmuan yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi. Ini adalah salah satu akibat yang ditimbulkan karena ilmu yang tak dilandasi dengan agama. Hingga sesuatu yang tak masuk akalpun bagi mereka menjadi masuk akal. Bila mereka orang-orang yang tak beriman masih berusaha dengan pemikiran-pemikiran mereka yang men’Tuhan’kan akal pikiran mereka. Lalu kenapa umat islam tidak juga berusaha untuk menggunakan ilmu mereka dengan berlandaskan agama yang mereka yakini selama ini?.
Dengan adanya gerakan islamisasi ilmu pengetahuan sedini mungkin terhadap generasi penerus bangsa. Dapat memberikan dasar yang kuat terhadap mereka agar siap menghadapi tuntutan zaman dengan tetap berpedoman kepada Al-qur’an dan hadist tanpa adanya keraguan yang tercipta dikemudian hari. Sehingga segala sesuatu yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan yang didapatnya juga dapat dikatakan dengan ilmu agama yang telah tertanam didalam dirinya dengan mengutip ayat al-qur’an ataupun hadist.
Disamping alasan tersebut, seiring telah bertransformasinya Institut Studi Islam Darussalam (ISID) menjadi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang membawa misi “Islamisasi ilmu pengetahuan” dengan harapan dapat berkecimpung di kancah Internasional maka pengislaman ilmu pengetahuan ditingkat KMIpun menjadi salah satu faktor pendukung terwujudnya misi dan harapan UNIDA Gontor, yang dimana hal tersebut memang telah dicita-citakan sejak lama oleh para Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sejalan dengan hal tersebut UNIDA Gontor telah menjadi harapan banyak pihak yang senantiasa selalu mendukung segala pergerakan yang dilakukannya. Hingga pihak yang berharap itupun berpendapat ‘jikalau’ misi yang dibawa tak berjalankan bukankah lebih baik UNIDA Gontor tak berdiri bila UNIDA Gontor berdiri namun sama seperti Universitas yang lain?
Maka dari itu perealisasian misi UNIDA Gontor  harus terlaksanakan terlebih dahulu dijenjang pendidikan yang notabene telah memiliki pondasi yang kuat entah dari segi dukungan maupun sumber daya manusianya. Dan semoga kita selalu diridhoi Allah dengan segala apa yang kita lakukan dan perjuangkan. Amiin




Showing posts with label Info Kampus. Show all posts
Showing posts with label Info Kampus. Show all posts

Friday, 27 March 2015

Save the life with your blood

Luar biasa, antusias yang diberikan oleh warga darussalam di hari jum’at tanggal 27 Maret 2014 dalam acara donor darah yang dilaksanakan di Gedung Iran Gontor Putri 1. Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Ash-shaidalah dan Himpunan Mahasiswa Gizi Al-ghiza Universitas Darussalam Gontor yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Ngawi.
Acara yang dalam wacananya akan dijadikan acara tahunan ini dapat menjadi wadah penyaluran rasa ingin menolong antar sesama manusia. Pada pukul 08.00 WIB acara ini dimulai. Sekitar 100 kantong darah terkumpul dalam acara sosial ini. Yang dimana pesertanya berasal dari para mahasiswi guru dan mahasiswi murni Universitas Darussalam Gontor. Selain para peserta mendonorkan darah. Mereka juga dapat mengetahui golongan darah masing-masing.
Dalam acara ini juga diadakan konsultasi gratis dengan para ahli gizi. Tempata penyelenggaraannya pun masih di gedung yang sama. Beberapa dari mereka mengkonsultasikan tentang keinginan mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat dan cocok dengan keadaan yang ada di pondok pesantren. Acara ini dilaksankan hingga pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 WIB hingga seluruh para pendonor dapat menyalurkan keinginannya untuk menyumbangkan darah mereka.
Namun sangat disayangkan, di dalam acara ini masih ada para calon pendonor yang kurang dalam keseriusannya di acara ini. Sehingga ada dari mereka yang hanya ingin skrining dan mengetahui golongan darah mereka saja. Sehingga membuat antrian para pendonor lain semakin panjang.
Semoga acara ini dapat menjadi batu loncatan dalam pemberian pendidikan non akademik baik untuk para panitia, mahasiswi dan para santriwati yang menglihat serta mengikuti acara ini. Dan untuk kedepannya semoga acara-acara yang mungkin serupa dapat terlaksana lebih baik lagi.



Thursday, 26 March 2015

Edukasi Lapangan UNIDA Putri

SEMARANG-Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Darussalam Gontor melakukan beberapa kunjungan ke tempat industri farmasi yang berada di Semarang. Unjungan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2015. Tujuan dari kunjungan ini sendiri adalah untuk mengenalkan kepada para mahasiswi tentang pekerjaan para farmasis yang ada di bidang farmasi serta untuk membangun kerjasama yang memungkinkan di antara kedua belah pihak untuk di waktu



mendatang.
Tujuan pertama dari kunjungan ini adalah Kimia Farma Plant Semarang yang beralamat JI. Simongan Semarang 50147. Kimia Farma plant Semangat ini khusus memproduksi produksi minyak jarak, minyak nabati dan kosmetika (bedak).Sebenarnya diwaktu itu juga ada rapat untuk seluruh manager Kimia Farma namun sebuah kebahagiaan bagi Para mahasiswi farmasi dapat disambut langsung oleh bapak Hendra Farma Johar selaku Manager Kimia Farma Plant Semarang.
Sebelum memulai pembahasan tentang perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini. Ada beberapa kata yang membuat kami terkesan. Dalam sambutanya bapak Hendra menyampaikan,”Sebenarnya ijazah dari Gontor itu lebih berharga dari pada ijazah sebagai seorang farmasis dan ijazah yang paling berharga bagi Gontor adalah ijazah dari masyarakat karena sekarang ini banyak lulusan farmasi namun belum ada lulusan farmasi yang berlatar belakang pendidikan pondok”. Walau beliau bukanlah seseorang yang berlatar belakang pesantren namun beliau menyatakan sangat antusias dengan kedatangan kami.
Di dalam penjelasannya mengenai Kimia Farma ini kami membahas tentang sejarah PT. Kimia Farma Tbk, SBU manufaktur kimia, Kimia Farma plant Semarang, GMP (Good Corporate Covernance) dan CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik). Harapan dari PT Kimia Farma Tbk untuk tahun 2016 adalah membangun 1000 apotek di seluruh Indonesia. Sedang Langkah yang telah ditempuh untuk mewujudkan harapan tersebut adalah pada tahun 2011 jumlah apotek telah berjumlah 300an dan untuk di tahun 2014 telah mencapai 627 apotek. Kendala yang dihadapi oleh PT Kimia Farma Tbk yang notabene milik BUMN antara lain dalam pengembangan bisnis, pengoptimalan SDM yang sudah ada dan dalam pengambilan keputusan karena perlu melalui persetujuan direksi, komisaris dan atau mentri terkait. Acara kunjungan di Kimia Farma ini berakhir setelah sholat dan menyantap makan siang yang telah disediakan oleh perusahaan.
Pada jam 13.30 WIB kunjungan dilanjutkan  ke  jamu PT Njonja Mener yang didirikan oleh ibu Lom Ming You atau Noni Mener yang sekarang telah dikelola oleh generasi ketiga. Dengan membawa motto ‘Tradisi mutu terbaik untuk kesehatan dan kecantikan’ PT Njonja Mener ini masih berdiri hingga sekarang. Setelah mendapatkan beberapa penjelasan dari pengelola, para mahasiswi diajak untuk melihat-lihat Museum Nyonya Mener yang telah didirikan sejak 18 Januari 1984 yang di resmikan oleh ibu Tien Soeharto. Yang dimana berisi koleksi pribadi ibu Menir, aneka bahan jamu dan aneka jenis jamu produksi Nyonya Mener.

Kunjungan ini diakhiri dengan bersilaturahmi dan santap malam ke rumah salah satu mahasiswi farmasi yang ada di daerah Bawean. Banyak ilmu yang kami dapat dari acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Ash-shoidalah ini. Dari ilmu industri kefarmasian hingga pelajaran hidup dalam mengelola suatu usaha hingga menjadi besar seperti sekarang ini. Semoga acara-acara kemahasiswaan yang selanjutnya dapat menjadi sarana pengembangan mahasiswa untuk membentuk para scientis-scientis yang berlatar belakang keislaman yang kuat.

Sunday, 22 March 2015

Pensi UNIDA Putri Perdana

Tepat pada tanggal 1 maret 2015 malam, Aula Kuliyatul Banat mulai disesaki oleh para penonton yang berasal dari para mahasiswi guru dan siswi KMI kelas 6 dari Gontor Putri 1, 2 dan 3. Tak kurang para hadirin yang ada sekitar 800 penonton yang siap menyaksikan perhelatan Pentas Seni 2015 Perdana yang diselenggarakan oleh Mahasiswi Murni Universitas Darussalam Gontor Divisi Mantingan.
Dalam pidatonya Al-ustad Soeharto, M.Pd.I selaku Wakil Pengasuh Gontor Putri 1 meyampaikan,”Acara ini bukanlah hanya sekedar hiburan tetapi karena yang menampilkan karena mahasiswi Unida perdana maka pastinya ini menjadi hiburan yang syarat akan nilai dan pendidikan serta hiburan yang penuh dengan kreatifitas”. Dan itu memang ada dalam pagelaran ini dimana dalam acara ini kami mengusung tema Soul of Health didalam jiwa yang sehat terdapat pikiran perkatan dan pebuatan yang sehat pula.
Persiapan yang sesungguhnya kami persiapkan tak lebih dari dua minggu. Yang dimana singkat cerita, sebenarnya sebulan sebelum pentas ini digelar kami berkumpul untuk penetapan voting tentang penyelenggaraan acara ini. Karena kekurang seriusan latihan dan persiapan yang kita semua lakukan selama sebulan sebelum acara. Dan setelah itu perjuangan kami baru dimulai lagi dengan niat dan kesepakatan yang baru. Latihan dan tugas kuliah menggugunung harus saling berjalan seiring seimbang karena kami mahasiswi murni yang dimana tugas kami adalah untuk menjalankan seluruh perkuliahan sepenuhnya dengan semaksimal mungkin. Acara yang disajikan dalam acara ini antara lain Choir, Breking News, Drama, Tari Daerah, Puisi, Pop singer dan acara ditutup dengan Tari Kombinasi.
Lelah, letih dan kurang tidur yang kami alami. Demi memberikan penampilan yang spektakuler di malam itu terbayar dengan riuh sorak sorai dan tepuk tangan yang mengiringi jalannya acara menjadi suatu bentuk ketertarikan dan betapa mereka antusias terhadap perhelatan ini. Serta itu juga menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan penampilan yang semaksimal mungkin.
Kau tak sendiri ku slalu bersamamu temani aku sampai habisnya waktu
Biarkan saja hidup tak mudah asalkan kau selalu ada
Potongan lirik lagu diatas pun mengiringi acara penutupan kami tean pukul 23.30 WIB. Banyak kesan, do’a dan acungan jempol yang kami dapat dari acara ini. Serta harapan dari mereka untuk berkarya lebih dan sedikit ikut berkontribusi dalam kegiatan KMI.

(late post)




Berbagi Senyuman Kecil Untuk Mereka


Penyerahan Bantuan Simbolis
Foto bersama anak panti putri
Akhirnya dari beberapa proposal kegiatan yang telah disetujui oleh pihak kampus salah satunya terlaksana pada hari ahad tanggal 22 Maret 2015. Terdengar kegaduhan kecil di kampus Universitas Darussalam Putri divisi Mantinganpun dimulai. Serentet persiapan yang telah dilakukan oleh para mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Farmasi yang berjumlah tiga puluh mahasisiwi


Penyuluhan
sejak semalam dan di pagi hari ahad akan menemukan puncaknya. Tepat pukul 06.00 WIB. Para mahasiswi Universitas Darussalam Gontor ini meninggalkan kampus tercinta menuju Yayasan kesejahteraan Muslimat NU Panti dan Non Panti Asuhan Asyarifah yang beralamat di Jalan Baiturrahman No. 7 Beran Ngawi. Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, para mahasiswi pun tiba di lokasi tujuan. Sapaan hangat dari pengelola panti tak luput kami rasakan. Jabatan tangan dan candaan kecil mulai tercipta diantara kami. Walau dengan persiapan yang secepat kilat untuk menyiapkan segala sesuatu di tempat acaranya. Tapi itu cukup bisa membagi sedikit kebahagiaan kepada mereka.
Dalam sambutannya, Pengasuh Panti Asuhan Asyarifa menjelaskan. Bahwa jumlah dari keseluruhan anak asuh yang berada di bawah yayasan ini sebanyak 52 anak yang terdiri dari anak panti dan non panti. Dengan bervisikan lembaga yang berguna sebagai wahana kegiatan ibadah dan layanan sosial. Maka lembaga inipun telah mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat dalam pengelolaannya. 
 Di dalam acara ini para Mahasiswi Universitas Darussalam Gontor berbagi ilmu tentang kefarmasian yang berupa penyuluhan tentang Cara Cerdas dalam Menggunakan obat. Tak hanya itu materi penyuluhan juga menyoroti tentang masalah remaja masa kini namun masih dalam bidang kesehatan. Antusiasme para penghuni santri terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari mereka walau terkadang ada pertanyaan yang tidak sesuai dengan materi yang kami sampaikan. 
Suasana Perlombaan
Suasana Perlombaan
Penyuluhan yang berdurasi sekitar satu jam itu. Menjadi gerbang kehangatan dalam keluarga panti ini. Tak berhenti sampai disitu kehangatan itu mulai memecahkan tawa diantara kita saat perlombaan dimulai. Meski lomba-lomba yang kami sajikan sederhana. Tapi kebersamaan yang tercipta diantara kami lebih berharga. Acara yang ditutup dengan pembagian dan persembahan sebuah lagu Najwa Latief yang berjudul Sahabat dari seluruh mahasiswi Universitas Darussalam menambah rasa tali persaudaraan. Tak disangka cinta kami kepada mereka tak bertepuk sebelah tangan. Tepat setelah lagu selesai salah satu tangan yang terangkat menjadi pusat perhatian kami. Ternyata pemilik tangan itu ingin memberikan sebuah lagu untuk kami. Dengan merdu lagu dari Stinky dengan judul Mungkinkah menambah keharuan dalam hati kami. 
Pelajaran yang tak akan pernah bisa terbeli oleh uang. Di hari ahad itu kami dapatkan, bukan harta berlimpah yang dapat memberikan sebuah senyuman kecil dengan ikhlas. Namun kebersamaan dan pendidikan secara langsunglah yang dapat membesarkan para generasi pembangun negri ini.

Saturday, 21 February 2015

FESDA 2015 dalam cerita

Festival UNIDA 2015, that's our new experience.
Peserta Lomba Debat Bahasa Indonesia
Peserta Gelombang Pertama
 Festival yang diadakan oleh kampus UNIDA Pusat yang bermarkas di Siman-Ponorogo ini diakan dari tanggal 13-20 januari 2015. Kebersamaan, keributan, kebrutalan, marah-marah, kesel, senang, malu semuanya jadi satu itu yang kami rasakan saat mengikuti ini. Banyak cerita yang kami dapat disana. Mulai dari protes ke panitia yang hingga akhirnya mulai memuji panitia. Kesel karena makanannya belum datang padahal udah mau mulai lomba. Malu karena tidak bisa berkutik saat debat bahasa indonesia yang mengangkat judul 'Pesantren Memenuhi Tuntutan Zaman'. karena berdiri sebagai kelompok yang kontra atas judul tersebut. kami tak bisa berkutik karena yah.. seperti kata orang sistem pondok tak pernah lekang oleh zaman. lalu kenapa judul ini diangkat kalau seperti itu? yah entahlah, tapi panitia telah mendapat catatan itu dari juri. Mungkin orang melihat wajah kami tenang tapi sebenarnya galau karena belum pernah pengalaman dalam hal seperti ini,hehehe...
Peserta Lomba Debat Bahasa Inggris
dan itupun juga dialami oleh tim bahasa arab yang dimana mereka melawan Robithoh. "Menciut" kata mereka saat tahu lawannya adalah Robithoh, tapi tak ada salahnya dicoba. Karena yang terpenting dalam hal ini adalah sebuah proses yang terjadi bukanlah hasilnya.
Peserta Lomba Debat Bahasa Arab
Dan tak apalah saat itu masih ada tim debat bahasa inggris yang masuk ke babak selanjutnya dan itu cukup membuat kami harus bersemangat untuk memberi semangat kepada mereka. Terimakasih kawan.. paling tidak diantara kita masih ada yang tak gugur di awal pada saat itu. Walau itu tak membuat kami kembali kesana lagi dengan membawa bendara sebagai tim debat. Tapi tetap Arigatou gozaimasu.
Lalu di gelombang kedua, kita kembali kesana tapi dengan bendera perlombaan yang lain. Dan salah satunya lomba Karya Tulis Ilmiah yang dimana dua dari tiga peserta yang kami ajukan untuk lomba masuk ke dalam sesi presentasi yaitu Yulian Catur Rini dan Leda Azzadinnas Haque. akhirnya mendapat hasil Juara 1 dengan poin 71 dan juara 4 dengan poin 64.
Saat Presentasi
Hingga akhirnya di akhir pengumuman kami mendapat hasil. Juara 1 lomba melukis oleh Leda, Juara 2 Cerpen oleh khamidah Fajri, juara 1 lomba baca berita bahasa inggris oleh natasya, juara 1 lomba karya tulis oleh Yulian dan tak lupa kami mendapat satu bonus yang disangka-sangka yaitu Mahasiswi teraktif oleh Leda.
kunjungan ke kebun agro teknologi
Oh iya di dalam lomba ini kami juga mendapat trip plus-plus karena bisa berkunjung kekebun agro teknologi. dan itu adalah ilmu baru lagi bagi kami yang sebagai seorang yang menggeluti dunia Farmasi dan Gizi.
Terimakasih Gontor, kau telah memberi kami pengalam di tahun pertama kami sebagai mahasiswi. Yang dimana tak akan pernah dialami oleh orang lain yang walaupun mereka juga sebagai alumni KMI. Semoga kami dapat mewarnai dunia dengan ilmu yang telah kami dapat selama kami berada dalam didikanmu

Perfotoan bersama
Peserta Gelombang kedua

Monday, 19 January 2015

Penyempurnaan yang Dinantikan



Oleh: Yulian Catur Rini
Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Darussalam Gontor
Pendidikan adalah sesuatu hal yang sangat berharga bagi setiap manusia karena sebuah pendidikan yang didapat akan menjadi pemikiran dan pemikiran itulah yang akan menjadi pandangan hidup setiap individu dalam menghadapi dunia sekitarnya. Pendidikan yang terbaik itu sendiri bermula dari rumah, terutama adalah dari seorang ibu. Karena dalam kodratnya ibulah orang tua yang memiliki intensitas pertemuan dengan anaknya lebih banyak bila dibandingkan dengan seorang ayah yang lebih disibukkan oleh urusan pekerjaan untuk menafkahi keluarga. Lalu bagaimana bila dengan bertambahnya umur tiap anak semua harus berkembang melalui pendidikan di luar rumah seperti sekolah?
Dunia pendidikan Indonesia hingga kini masih kalang kabut mencari-cari cara yang tepat dalam pemberian pendidikan tepat dan efektif terhadap para penerus bangsa ini. Salah satu usaha yang selalu digunakan pemerintah adalah dengan menggunakan sistem yang bernama ‘kurikulum’ dimana kurikulum ini masih selalu berganti dengan seiring bergantinya Mentri Pendidikan Indonesia. Dan akhirnya berakibat pada belum terpecahkannya sistem bernama ‘kurikulum’ yang ideal dan cocok terhadap zaman yang tiap harinya berkembang.
Saat pemerintah masih kalang kabut dengan bagaimana kurikulum yang ideal dan cocok. Gontor malah telah lebih dahulu menemukan gaya pendidikan yang tak lekang oleh zaman yaitu pendidikan karakter atau character building. Dimana kedisplinan adalah kunci dari segala pintu kesuksesan yang kita inginkan. Pendidikan kedisplinan yang berada di garis depan disertai dengan keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah dan kebebasan dimana kelimanya itu tertuang dalam  semangat Panca Jiwa Pondok Modern. Dengan segala kunci yang diberikan terhadap para mujahidah agama ini sehingga telah banyak terlahir para generasi yang cemerlang disertai dengan mentalitas, moral, dan karakter yang matang serta akhlaq yang mulia.
Dengan berbekal pendidikan karakter yang telah dijalankan itu. Maka betapa lengkapnya bila islamisasi ilmu pengetahuanpun juga diikut sertakan dalam gaya pendidikan ala Gontory ini. Beberapa alasan keharusan adanya islamisasi ilmu pengetahuan di bumi ini pada umumnya dan di jenjang sekolah Kulliyatul Mu’alimin Al-islamiyah atau KMI yang setara dengan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Umum pada khususnya adalah dengan adanya perkembangan zaman yang dimana kebanyakan orang islam malah terbawa arus atau cenderung sebagai follower oleh zaman yang semakin tak berarah dikarenakan ilmu yang kurang memadahi serta dasar agama yang kurang mantap dimana sekolah harus berperan aktif dalam pengenalannya agar meciptakan generasi emas untuk kelanjutan bangsa. Seperti ungkapan Dryden Gordon dan Jennete Voh dalam bukunya Revolusi Cara Belajar, halaman 23 – 29 adalah
Tipe kecerdasan itu tidak hanya satu, setiap orang memiliki gaya belajar yang unik, sama halnya dengan sidik jari. Sekolah yang efektif harus dapat mengenali dan melayaninya
Bahayanya ilmu khususnya ilmu pengetahuan tanpa dasar agama akan mengakibatkan kesombongan dalam diri manusia karena merasa lebih dengan apa yang dapat ia pikirkan dan kerjakan. Seiring cepatnya perubahan zaman yang terjadi, ilmu-ilmu yang ditemukan oleh manusiapun berkembang dengan cepat bak air yang mengalir kelautan. Tak ayal terkadang terdapat pendapat yang melenceng dari tuntunan agama. Contoh sebagian kecil dari penelitian mereka yang tak masuk akal adalah Program yang dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. CIA melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau "Rekayasa Perilaku Manusia" lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA. Mereka ingin mengendalikan otak manusia yang dimana Allahlah yang paling berhak dalam hal tersebut. Miris sebenarnya hingga tercetus ide yang tak masuk akal dari barisan para ilmuan yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi. Ini adalah salah satu akibat yang ditimbulkan karena ilmu yang tak dilandasi dengan agama. Hingga sesuatu yang tak masuk akalpun bagi mereka menjadi masuk akal. Bila mereka orang-orang yang tak beriman masih berusaha dengan pemikiran-pemikiran mereka yang men’Tuhan’kan akal pikiran mereka. Lalu kenapa umat islam tidak juga berusaha untuk menggunakan ilmu mereka dengan berlandaskan agama yang mereka yakini selama ini?.
Dengan adanya gerakan islamisasi ilmu pengetahuan sedini mungkin terhadap generasi penerus bangsa. Dapat memberikan dasar yang kuat terhadap mereka agar siap menghadapi tuntutan zaman dengan tetap berpedoman kepada Al-qur’an dan hadist tanpa adanya keraguan yang tercipta dikemudian hari. Sehingga segala sesuatu yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan yang didapatnya juga dapat dikatakan dengan ilmu agama yang telah tertanam didalam dirinya dengan mengutip ayat al-qur’an ataupun hadist.
Disamping alasan tersebut, seiring telah bertransformasinya Institut Studi Islam Darussalam (ISID) menjadi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang membawa misi “Islamisasi ilmu pengetahuan” dengan harapan dapat berkecimpung di kancah Internasional maka pengislaman ilmu pengetahuan ditingkat KMIpun menjadi salah satu faktor pendukung terwujudnya misi dan harapan UNIDA Gontor, yang dimana hal tersebut memang telah dicita-citakan sejak lama oleh para Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sejalan dengan hal tersebut UNIDA Gontor telah menjadi harapan banyak pihak yang senantiasa selalu mendukung segala pergerakan yang dilakukannya. Hingga pihak yang berharap itupun berpendapat ‘jikalau’ misi yang dibawa tak berjalankan bukankah lebih baik UNIDA Gontor tak berdiri bila UNIDA Gontor berdiri namun sama seperti Universitas yang lain?
Maka dari itu perealisasian misi UNIDA Gontor  harus terlaksanakan terlebih dahulu dijenjang pendidikan yang notabene telah memiliki pondasi yang kuat entah dari segi dukungan maupun sumber daya manusianya. Dan semoga kita selalu diridhoi Allah dengan segala apa yang kita lakukan dan perjuangkan. Amiin